25 Tahun ICF: Pesan Chaplain
Umat ICF yang hatinya baik,
Pada hari yang istimewa ini, Saya mau menyampaikan Syukur pada Tuhan, Terimakasih kepada para pendiri ICF, tokoh umat dan siapa saja yang berkorban dan melayani ICF.
Hari ini tepat 25 tahun yang lalu, 5 Maret 1995- 5 Maret 2020, empat orang pastor bersama dengan empat keluarga, keluarga Suroso, keluarga Tt Mila, Keluarga Om Willie, Keluarga Om Alex, dan kawan-kawannya merayakan Ekaristi pertama kali di Gereja St. Caecilia di Hamilton dalam bahasa Indonesia dan menyebut “Misa Indonesia”. Cikal bakal ICF Brisbane-Gold Coast yang kita kenal saat ini. Yang nanti pesta peraknya 9 Mei 2020 akan kita rayakan secara meriah. Pastor, Dewan, Panitia, Sponsor serta seluruh umat bekerja maksimal mempersiapkan semuanya dengan sepenuh hati.
Tentulah sebelum misa pertama kalinya pasti banyak pertemuan, pembicaraan dan diskusi yang beragam dan pengorbanan dari Keluarga Suroso dan kawan-kawan.
Kita patut bersyukur atas penyertaan Tuhan dalam benih kecil ini. Walaupun pelan namun perlahan berkembang menjadi rumah yang ramah dan baik untuk orang Katolik Indonesia yang berdatangan Ke wilayah Queensland entah dengan motivasi apapun. ICF adalah keluarga kedua mereka setelah dari Negara asal Indonesia.
Mereka sudah berjasa memulai dan merawatnya. Tante Mila sampai saat ini masih tetap aktif baik sebagai pelayan komuni luar biasa, setia membantu di sakristi, memimpin doa Rosario, menyumbang makanan disetiap gathering dan selalu setia hadir di Gereja tanpa lelah dan tanpa ngomel. Dengan ini saya mau mengatakan bahwa pelaku sejarah kita masih ada bersama kita. Jangan pernah melupakan sejarah.
Terimakasih juga kepada para pengurus pastoral dari awal hingga saat ini dan seterusnya, dengan talenta dan pengorbananmu, ICF berkembang dengan baik. para pastor yang melayani, di awal Para pastor dan Bruder SVD sangat berjasa untuk komunitas ini, Para Suster, Kemudian para saudara dina Kapusin dan setiap umat dengan caranya sendiri berkontribusi untuk perkembangan ICF, baik diketahui maupun dibalik layar, yang hidup maupun yang sudah meninggal dunia, Semoga mereka beristirahat dalam damai Tuhan. Tanpamu dan tanpa pengorbananmu kita tidak seperti sekarang.
What next?
Benihnya sudah ditaburkan dan berkembang, saatnya berjalan lebih kencang, keluar dari zona nyaman, berintegrasi dengan Gereja Partikular yakni Keuskupan Agung Brisbane. Kita berasal dari banyak Paroki dan keuskupan di Indonesia tapi disini, kita adalah Umat Keuskupan Agung Brisbane. Kita dibawah Keuskupan Agung Brisbane, bukan dibawah perwakilan pemerintah Indonesia yang di Queensland ataupun semacamnya. Walaupun itu perlu. Sudah sewajarnya kita selaras dengan denyut nadi Keuskupan sehingga kita melangkah bersama karena kita dipersatukan untuk menjadi berkat. Komunitas ini sejak awal didirikan untuk tujuan rohani-religius.
Saya juga mau mengajakmu untuk respect terhadap aturan pemerintah tentang safegarding dibawah Royal Commission agar komunitas kita menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua orang terlebih buat anak-anak, orang tua dan berkebutuhan khusus/istimewa. Terutama untuk merekrut Volunteer baru entah untuk pelayanan apapun. Keinginan baik dan mau berkorban sangat kita hargai namun mesti dilengkapi dengan menaati regulasi pemerintah. Karena Yesus mengatakan “Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah.” Walaupun mungkin agak menjengkelkan.
Semoga dengan doa-doa Ibu Maria yang senantiasa menemani perjalanan komunitas ini kita berkembang dalam jumlah dan mutu. Menjadi terang dan garam dunia. Janganlah pernah lelah mencintai komunitas ini walaupun mungkin jasamu tidak selalu dihargai dan pengorbananmu tak selalu diingat oleh manusia namun ketahuilah bahwa Tuhan mencatat semuanya dalam buku kehidupan bahkan rambut di kepala kitapun dihitung-Nya.
Fr Martinus Situmorang OFMCap