Chaplain’s Note: May 2026

Minggu Paskah V
3 May 2026

Yesus tidak hanya mengajar dengan perumpamaan dan nasihat moral. Kepada para murid, terutama saat Perjamuan Terakhir, Ia mewahyukan misteri yang dalam. Ia berkata akan pergi ke surga untuk menyediakan tempat bagi mereka. Karena mereka mengenal Dia, mereka tahu jalan kepada Bapa, sebab Yesus sendirilah Jalan itu. Para murid mendengar dengan sungguh, tetapi masih bingung. Semua sabda Yesus itu benar. Dalam Injil kita menemukan segala yang perlu untuk menjadi kudus dan masuk surga. Namun sabda-Nya tidak bisa dipahami cepat seperti membaca novel. Maknanya berlapis, dan hanya terbuka melalui doa.

Filipus berkata, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Yesus menjawab, “Sudah sekian lama Aku bersama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa melihat Aku, ia melihat Bapa.” Filipus kaget karena belum mengerti. Meski niatnya baik, perkataan Yesus melampaui pemahamannya saat itu. Dengan lembut Yesus menegur untuk menuntunnya lebih dalam. Tuhan sering melakukan hal yang sama kepada kita. Banyak hal tidak kita mengerti. Mengapa orang baik menderita? Mengapa doa belum dijawab? Mengapa anak-anak meninggalkan iman?

Jawaban Tuhan jarang langsung, sebab hati kita butuh lebih dari jawaban cepat. Ia memberi inti kebenaran, lalu mengajak kita merenungkannya dalam doa. Misteri ilahi hanya terbuka ketika kita bersatu dengan Yesus, Sang Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Mari berdoa, membaca Injil, dan membuka hati. Dengarkan suara-Nya yang lembut. Pelan-pelan Ia akan menunjukkan jalan, kebenaran, dan hidup yang kita cari. Dengan begitu, kita pun dituntun kepada Bapa di surga. Semoga. Amin.

Fr Gabriel Simatupang OFMCap


Minggu Paskah VI
10 May 2026

Pergi ke tempat yang kita suka itu mudah. Tetapi Tuhan kadang mengutus kita ke tempat yang tidak kita inginkan. Filipus memberi teladan. Ia taat pergi ke Samaria, wilayah yang dianggap tidak layak oleh orang Yahudi. Namun di sana kuasa Injil nyata. Penyembuhan terjadi, kegelapan dikalahkan, dan sukacita melingkupi kota. Bukan karena kehebatan Filipus, melainkan karena ia membawa Kristus. Di mana Kristus hadir, dukacita berubah menjadi sukacita. Kita pun dipanggil taat pergi, meski sulit, agar terang Tuhan menyinari mereka yang haus harapan.

Rasul Petrus mengajak kita siap memberi alasan tentang pengharapan kita, tetapi dengan lemah lembut, hormat, dan hati nurani yang baik. Di tengah dunia yang skeptis, kita tidak dipanggil untuk menyerang, melainkan bersaksi dalam kasih. Kita mewartakan kebenaran tanpa membentak dan menyatakan iman tanpa menghina. Yesus tahu kita lemah, mudah takut, dan sering merasa sendiri. Karena itu Ia menjanjikan Roh Kudus sebagai Penolong. Dialah Penghibur yang tinggal dalam kita, memberi keberanian saat gentar dan keteguhan saat dunia mengguncang. Dengan Roh Kudus kita dimampukan mengasihi seperti Kristus.

Karena itu, di tengah dunia yang lelah, jangan mundur. Kita dipanggil hadir sebagai pembawa harapan. Bukan karena kita sempurna, tetapi karena Kristus yang hidup dalam kita adalah terang yang tak padam. Melalui kita, dunia tahu bahwa Tuhan masih mencintai dunia ini. Ya Tuhan, jadikan kami pembawa damai, sukacita, dan terang-Mu bagi dunia yang haus kasih dan kebenaran. Semoga. Amin.

Fr Gabriel Simatupang OFMCap


Hari Raya Kebangkitan Tuhan
17 May 2026

Hari Raya Kenaikan Tuhan bukan sekadar akhir kisah Yesus di dunia, melainkan awal misi agung bagi para murid. Saat mereka masih mengharapkan pemulihan kerajaan duniawi bagi Israel, Yesus dengan sabar mengalihkan pandangan mereka pada rencana Allah yang lebih besar. Ia berjanji bahwa mereka akan menerima kuasa Roh Kudus untuk menjadi saksi-Nya bukan hanya di Yerusalem, melainkan berkembang luas hingga ke ujung bumi.

Peristiwa Yesus yang terangkat ke surga sempat membuat para murid terpaku menatap langit, sampai dua malaikat datang menegur mereka. Teguran ini menjadi pengingat penting bagi kita semua bahwa iman tidak boleh berhenti pada kontemplasi atau sekadar "menatap ke atas". Iman Kristen yang sejati menuntut kita untuk bergerak ke luar, melangkah, dan aktif terlibat secara nyata dalam kehidupan di tengah masyarakat.

Melalui Amanat Agung, Yesus mengutus kita untuk pergi, menjadikan semua bangsa murid-Ku, membaptis, dan mengajarkan firman-Nya. Tugas pewartaan kasih dan kebenaran ini berlaku mutlak bagi kita sebagai Gereja masa kini. Kita tidak perlu takut berjalan sendirian, sebab Yesus memberikan jaminan yang pasti: "Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman" melalui firman, sakramen, dan Roh Kudus. Semoga. Amin.

Fr Gabriel Simatupang OFMCap


Hari Raya Pentakosta
24 May 2026

Dunia kita dewasa ini dipenuhi dengan kekerasan, peperangan, dan keputusasaan. Namun, sebagai pengikut Yesus, kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai, suara pengampunan, dan tangan yang menyembuhkan. Itulah esensi dari perayaan Pentakosta yang kita rayakan hari ini, saat Roh Kudus turun atas para rasul untuk mengubah ketakutan menjadi keberanian, serta membongkar keheningan menjadi kesaksian yang hidup. Roh Kudus tidak hanya menyertai, tetapi juga mengubah kita secara radikal, menghidupkan, menggerakkan, dan mengutus kita ke tengah dunia.

Melalui Bacaan Pertama, kita diingatkan bagaimana Roh Kudus turun bagai angin keras dan lidah-lidah api. Peristiwa mukjizat bahasa ini menjadi tanda nyata bahwa kasih Allah sanggup menembus segala batas budaya, luka, bahkan dosa manusia. Selain itu, Roh Kudus dianugerahkan kepada setiap orang dengan karunia yang berbeda-beda, mulai dari mengajar, melayani, menghibur, menyembuhkan, hingga memberikan hikmat, yang semuanya dimaksudkan untuk saling melengkapi dalam pelayanan.

Sementara itu dalam Injil, Yesus mengembuskan Roh Kudus seraya memberikan damai sejahtera sebagai napas kehidupan rohani yang baru. Hembusan ini memberikan kekuatan, keberanian, dan harapan baru bagi kita. Semua karunia Roh Kudus tersebut dicurahkan bukan untuk disimpan sendiri, melainkan untuk dibagikan. Kita diutus untuk tidak hanya menerima damai, pengampunan, dan kesembuhan, tetapi bergerak secara nyata menjadi saluran damai, agen pengampunan, serta tangan yang menyembuhkan bagi sesama.

Semoga. Amin.

Fr Gabriel Simatupang OFMCap


Hari Raya Tritunggal Mahakudus
31 May 2026

Percayalah! Allah sungguh mengasihimu.

Saudara-saudari,

Dominus Vobis Cum!

Hari ini kita merayakan Hari Raya Tritunggal Maha Kudus: Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Meskipun misteri tiga Pribadi dalam satu Allah ini sulit dicerna oleh akal, hati kita dapat memahaminya melalui kasih. Tritunggal adalah wujud nyata dari kasih yang hidup dan mengalir, yang hadir untuk menjangkau serta merangkul hidup kita setiap hari.

Melalui kitab suci, Allah menyatakan diri-Nya bukan sebagai hakim yang kejam, melainkan sebagai Bapa yang penuh kasih, sabar, dan setia bahkan saat kita jatuh dalam dosa. Kasih itu menjadi nyata dalam diri Yesus Kristus, Sang Putra, yang datang ke dunia bukan untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkan umat manusia melalui pengorbanan-Nya di salib. Sementara itu, Roh Kudus hadir sebagai pribadi yang paling dekat di dalam hati kita, memberikan kekuatan, penghiburan, dan bimbingan di setiap langkah hidup.

Merayakan Tritunggal Maha Kudus berarti kita dipanggil untuk menghidupi kasih tersebut dalam tindakan nyata sehari-hari. Allah yang kita imani bukanlah sosok yang jauh dan tak terjangkau, melainkan Allah yang hadir di dalam setiap relasi kita dengan sesama. Mari kita menjadi saluran kasih-Nya, agar dunia dapat merasakan kehadiran Allah yang hidup melalui kebaikan yang kita bagikan. Semoga. Amin.


Fr Gabriel Simatupang OFMCap

Previous
Previous

Chaplain’s Note: June 2026

Next
Next

Chaplain’s Note: April 2026