Chaplain’s Note: January 2026
Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah
1 Januari 2026
Salam sejahtera bagimu semua, selamat tahun baru!
Hari ini Gereja merayakan Maria sebagai Bunda Allah, gelar yang menegaskan iman kita bahwa Yesus, yang lahir dari Maria, sungguh Allah dan sungguh manusia. Dalam keheningan Betlehem, Maria menerima misteri terbesar: Allah memilih tinggal di tengah manusia melalui rahim seorang perempuan sederhana dari Nazaret.
Maria tidak mengetahui semua jawaban, tetapi ia menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Iman Maria bukan sekadar sekali "ya", tetapi "ya" yang terus diperbarui dalam setiap langkah, bahkan ketika jalan tidak jelas. Dari Maria, kita belajar bahwa iman sejati bukanlah mengerti semuanya, melainkan percaya kepada Dia yang memegang semuanya.
Di awal tahun yang baru ini, kita diajak untuk memohon penyertaan Allah melalui teladan Maria: agar hati kita lembut untuk mendengar firman, teguh dalam kesabaran, dan setia di dalam pengharapan. Semoga Bunda Maria menjaga langkah kita, dan Kristus, Putra yang dilahirkannya, membawa damai bagi hati dan keluarga kita.
Tuhan memberkati,
Fr Gabriel Simatupang OFMCap
Hari Raya Penampakan Tuhan
4 Januari 2026
Allah menggunakan bintang untuk memberitahu orang-orang Majus tentang kelahiran Yesus karena itu adalah bahasa yang mereka pahami. Bintang itu melambangkan cahaya Kristus yang memandu semua bangsa menuju Sang Penyelamat.
Kunjungan orang-orang Majus menunjukkan panggilan universal untuk kesucian, memenuhi janji kepada Abraham (Kejadian 12:3). Misi Yesus adalah untuk semua orang, bukan hanya Israel. Kita harus menghindari isolasi dan sebaliknya menjadi ramah dan terlibat.
Sebagai umat Katolik, kita dipanggil untuk membagikan cahaya Kristus dengan orang lain. Jadilah seperti bintang di Betlehem, menarik orang lain kepada Kristus. Serahkan diri Anda pada pelayanan Allah, dan Dia akan menggunakan Anda untuk memandu orang lain keluar dari kegelapan menuju cahaya-Nya.
Tuhan memberkati,
Fr Gabriel Simatupang OFMCap
Pesta Pembaptisan Tuhan
11 Januari 2026
Baptisan Yesus menandai titik balik dari Hukum Lama ke Hukum Baru yakni kasih dan pengampunan. Dia tanpa dosa, namun memilih baptisan untuk mengkuduskan air dan membuka pintu kasih dan pengampunan bagi kita.
Melalui baptisan, kita bertemu Kristus dan berbagi hidup dalam kasih-Nya. Kita menjadi anak-anak Allah, dan karunia Roh Kudus adalah milik kita jika kita tetap terbuka pada-Nya.
Efek baptisan sangat mendalam dan abadi. Meskipun kita bisa kehilangan kasih karunia melalui dosa, karakter sakramental tetap ada. Mari kita renungkan baptisan kita dan hidupkan kembali identitas kita sebagai anak-anak Allah yang dikasihi-Nya.
Tuhan memberkati,
Fr Gabriel Simatupang OFMCap
Minggu Biasa II
18 Januari 2026
Paskah Yahudi memperingati pembebasan Allah atas bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Dalam waktu Yesus, Paskah adalah salah satu dari tiga perayaan besar di mana orang Yahudi berziarah ke Yerusalem.
Yesus disebut "Domba Allah" oleh Yohanes Pembaptis, mengingatkan orang Yahudi akan lambang domba korban dalam Paskah dan nubuat Isaia tentang Hamba yang Menderita. Kata-kata Yohanes ini memicu harapan dan pertanyaan pada murid-muridnya.
Kita dipanggil untuk mengalami pelayanan Yesus dengan harapan dan antusiasme seperti murid-murid Yohanes Pembaptis. Biarkan Dia menghapus dosa-dosa kita dan berbagi hidup-Nya dengan kita. Ikuti Dia tanpa reserve dalam Masa Biasa ini.
Masa Biasa menandai awal pelayanan publik Yesus; jadikan itu awal baru bagi karya-Nya dalam hidupmu. Renungkan proklamasi Yohanes: "Lihatlah Domba Allah!" dan lihatlah Yesus dengan mata baru dan harapan yang diperbarui.
Tuhan memberkati,
Fr Gabriel Simatupang OFMCap
Minggu Biasa III
25 Januari 2026
Paus Fransiskus menetapkan Hari Minggu Sabda Allah pada Minggu Biasa III untuk memperingati 1600 tahun wafatnya Santo Hieronymus, penerjemah Kitab Suci ke bahasa Latin. Tujuan utamanya adalah agar kita makin mencintai Sabda Allah, bukan hanya sebagai pedoman hidup, tapi juga sarana komunikasi dengan Allah.
Rasul Paulus mengajak jemaatnya untuk gigih mewartakan Injil, karena tugas mereka adalah memberitakan Sabda Allah untuk mempersatukan jemaat yang terlibat perselisihan. Sabda Allah memiliki fungsi menuntun kita kepada kehidupan bersama Allah dalam kebenaran, seperti yang diungkapkan dalam Mazmur 119:105, "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku".
Yesus, Sang Sabda, hadir sebagai cahaya bagi bangsa yang tinggal dalam kegelapan, mengajak kita untuk bertobat dan mendekati Kerajaan Surga. Mari kita terus bertekun dalam membaca, merenungkan, dan mendalami Sabda-Nya, agar kita dapat mengalami kehadiran-Nya secara sungguh-sungguh dalam hidup kita.
Salam dan doaku,
Fr Gabriel Simatupang OFMCap